NETFLIX SERIES: ALRAWABI SCHOOL FOR GIRLS

 

NETFLIX SERIES: ALRAWABI SCHOOL FOR GIRLS

TITLE                  : ALRAWABI SCHOOL FOR GIRLS

GENRE              : Drama

RATING            : 8/10

EPISODES        : 6

DIRECTOR       : Tima Shomali

WRITER            : Shirin Kamal

Ini adalah drama Timur Tengah yang pertama kali aku tonton. Awalnya aku ragu karena belum pernah nonton film-film Timur Tengah, tapi karena terlihat menarik di Netflix, aku mencoba untuk nonton 1 episode dulu dan akhirnya lanjut terus deh sampai abis. Drama ini mengangkat kisah anak SMA yang bersekolah di Alrawabi School, sekolah khusus anak perempuan. Maryam adalah siswi berprestasi dan mempunyai reputasi baik di sekolah, guru-guru pun juga suka dengan Maryam. Ia mempunyai satu sahabat yang bernama Dina. Setiap berangkat dan pulang sekolah, Maryam dan Dina naik bus jemputan sekolah. Mereka satu bus dengan Layan dan Rania, cewek-cewek pentolan sekolah yang paling disegani. Oh iya, ditambah Ruqayya, tapi ia berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi. Bersama-sama, Layan, Rania, dan Ruqayya menjadi geng eksis, apalagi ayahnya Layan merupakan pemilik sekolah, yang makin membuat murid-murid dan guru-guru menjadi segan dengan Layan.

Semua berawal dari Layan yang diam-diam menyelinap keluar bus saat perjalanan menuju sekolah. Ia sengaja membolos karena ingin bertemu pacarnya yang berusia lebih tua dari Layan. Perlakuan Layan kepada teman yang lain juga sesuka hati, termasuk ke Maryam dan Dina. Saat di ruang ganti, Layan memfitnah Maryam bahwa Maryam memandangi dan menyentuh payudara Layan. Semua murid yang ada di ruang ganti jadi termakan omongan Layan. Sikap Layan yang semena-mena membuat Maryam kesal karena dituduh dan akhirnya mengadukan ke kepala sekolah bahwa Layan membolos. Miss Faten sebagai kepala sekolah segera memanggil Layan ke ruangannya. Meski akhirnya mendapat dispensasi, Layan tetap kesal kepada Maryam dan akhirnya mengajak Maryam untuk bertemu di gedung belakang sekolah. Maryam yang datang lebih dahulu terkejut ketika Layan, Rania, dan Ruqayya tiba-tiba mendorongnya. Layan mengancam Maryam dan mendorong kepala Maryam hingga tersungkur ke tanah. Seketika darah mengalir dari kepala Maryam. Layan, Rania, dan Ruqayya panik dan langsung pergi meninggalkan Maryam. Namun, ternyata ada saksi mata. Noaf, murid pindahan yang baru saja masuk sekolah melihat semua kejadian itu. Ia langsung lari menghampiri Maryam dan menolongnya. Saat mobil ambulans datang, Maryam segera dibawa ke rumah sakit.

Saat Maryam sadar, ia ditanya oleh Miss Faten dan guru-guru yang lain mengenai siapa yang melakukan hal itu kepadanya. Maryam tidak cukup berani untuk mengadukan Layan karena takut Layan akan berbuat sesuatu kepadanya. Sampai akhirnya Miss Faten mengadakan rapat dengan memanggil orang tua Layan, Rania, Ruqayya, Maryam, serta murid-murid untuk berkumpul di aula. Awalnya tidak ada yang mengaku siapa yang melakukan hal itu kepada Maryam, sampai akhirnya Layan mengaku bahwa ia yang mendorong Maryam tapi dengan alasan Maryam memandangi dan menyentuh payudara Layan sehingga mereka bertengkar. Murid yang lain mendukung Layan karena sudah termakan omongan Layan saat di ruang ganti. Maryam yang awalnya diam akhirnya buka suara bahwa Layan berbohong. Maryam bilang bahwa Noaf ada di sana sebagai saksi, namun Noaf tidak punya nyali besar untuk membela Maryam karena ia takut mendapat masalah. Dina juga tidak bisa membela Maryam karena ia tidak ada di ruang ganti saat kejadian. Karena penjelasan Layan tadi, Miss Faten malah mengskors Maryam selama 2 minggu. Ibunya Maryam frustrasi karena merasa seperti anaknya yang bersalah dan jadi tidak percaya kepada Maryam. Akhirnya Maryam dipaksa pulang oleh ibunya.

Setelah kejadian itu, Maryam bertekad untuk membalas dendam kepada Layan, Rania, dan Ruqayya. Ia mulai merencanakan hal-hal apa saja yang membuat Layan jera dan mendapat hukuman. Meski awalnya sendiri, akhirnya Dina dan Noaf ikut dalam rencana balas dendam Maryam. Mereka mulai menargetkan Ruqayya terlebih dahulu, setelah itu Rania, baru Layan. Namun rencana mereka tidak semulus yang diharapkan, banyak rintangan yang harus dilewati sampai akhirnya langkah terakhir yang Maryam lakukan untuk membalas Layan mengubah segalanya.

Notes: Menurutku drama series ini cukup relate dengan kehidupan sekolah, bullying dan segala konfliknya. Banyak pesan moral yang bisa diambil agar kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Bullying itu salah dan harus dihentikan. Langkah yang diambil Layan dan Maryam sebenarnya sama-sama salah. Layan terlalu mementingkan dirinya sendiri karena merasa punya kuasa dan Maryam berjuang untuk membela dirinya dengan perencanaan yang gegabah.


Post a Comment

14 Comments

  1. Wah seru banget nih, cuss ah ke netflix mau nonton ini ;)

    ReplyDelete
  2. Keren bgtt filmnya ttg bullying, jd penasarann.. Terima kasih kak, penjelasannya ringkas dan sangat jelas..!💯

    ReplyDelete
  3. Penjelasannya oke banget nih, thanks rekomendasinya!

    ReplyDelete
  4. Seru bat tuh ceritanya otw nonton ah, itung-itung belajar bahasa arab hihi

    ReplyDelete
  5. makasih ka reviewnya jadi tertarik

    ReplyDelete
  6. Wah, gua udah nonton nih, emang seru banget sih, apalagi endingnya ga disangka-sangka.

    ReplyDelete
  7. recommended buat nobar haha

    ReplyDelete
  8. Menarik banget! Mesti tambahin ke daftar tontonan nih

    ReplyDelete
  9. Dari ringkasannya aku jadi tertarik nih nonton film tentang bullying ini. Bisa dijadiin pelajaran nih dalam langkah2 yang di ambil ����

    ReplyDelete
  10. Dari cerita nya keren nih jadi pengen nntn kaaa, kebetulan lagi nyari film yang bagus dan enjoy di tonton. Tengkyu kaa

    ReplyDelete
  11. Jadi ingin nonton seriesnya. kebetulan stock series udah abis. thank u

    ReplyDelete
  12. Dari review kamu filmnya seru nih~ jd pengen nonton euy

    ReplyDelete
  13. Seru bgt ceritanya jadi pengen nonton hihi^^

    ReplyDelete